Postingan

Menampilkan postingan dengan label Keamanan Pangan

Apa Saja yang Bisa Dijadikan Pengawet Alami?

Informasi dalam artikel Kutu Pangan kali ini mengutip tulisan penelitian Ibu Ria Mariana Mustafa (dari Institut Pertanian Bogor) yang berjudul Studi Efektivitas Bahan Pengawet Alami dalam Pengawetan Tahu. Beliau menggunakan beberapa bahan alami sebagai pengawet tahu diantaranya kunyit, bawang putih, biji pala, kayu manis, garam, dan jeruk nipis. Bila ada teman-teman yang mengetahui ragam pengawet alami lainnya, kasih tahu kita ya. Melalui kolom komentar dibawah ini 💓 1. Kunyit  Kunyit merupakan jenis rempah-rempah yang bersifat bakterisidal terhadap bakteri gram positif. Bakterisidal berarti memiliki kemampuan membunuh bakteri. Diantara bakteri gram positif yang dimaksud antara lain Lactobacillus fermentum, Lactobacillus bulgaricus, Bacillus cereus, Bacillus subtilis, Bacillus megaterium. Jumlah senyawa yang bersifat bakterisidal diduga lebih dari satu. Salah satu yang terkenal adalah kurkumin yang merupakan senyawa fenol. Terdiri dari 2 cincin fenol simetris dan dihubungk...

Bagaimana Cara Menyimpan Bahan Pangan yang Baik?

Bicara bahan pangan berarti bicara hasil pertanian, perkebunan, atau peternakan yang belum diolah ya. Alias masih mentah. Ternyata ada beberapa hal yang kudu diperhatikan baik dalam aspek sarana penyimpanan, suhu dan waktu. Mengutip tulisan dalam skripsi Bu Jenita Sari BR Sinuhaji (2011) dari Institut Pertanian Bogor, ada beberapa ketentuan penyimpanan bahan pangan yang baik (ditinjau dari keamanan pangan). a. Aspek Tempat Penyimpanan Pangan 1. Bahan makanan dan bahan pangan tidak boleh dicampur 2. Jarak makanan dengan lantai 15 cm 3. Jarak makanan dengan dinding 5 cm 4. Jarak makanan dengan langit-langit 60 cm b. Aspek Dimensi Bahan Pangan Ketebalan bahan yang disimpan tidak lebih dari 10 cm c. Aspek Lingkungan Penyimpanan Kelembaban ruang penyimpanan diusahakan berkisar 80 - 90%. Pengaturan suhu pun tak kalah pentingnya. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No. 715 Tahun 2003, tiap komoditas punya persyaratan suhu yang berbeda. 1.) Daging, Ikan, Udang, berikut ...

Apa itu GMP?

Gambar
Beberapa mungkin familiar dengan 3 kata ini. Namun beberapa dari kita mungkin masih mengerutkan dahi. GMP singkatan dari Good Manufacturing Practices atau bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti Cara Berproduksi yang Baik . Istilah "Cara Berproduksi yang Baik" disini bukan perkara bagaimana menghasilkan produk yang kualitasnya ciamik dan bisa memenuhi kebutuhan pasar (misalnya, bukan bagaimana cara membuat keripik tempe yang renyah, cake yan lembut, mie basah yang kenyal, dsb.). Namun lebih kearah sistem yang dibuat untuk membuat produk (terutama pangan hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan) aman dan layak dikonsumsi.  Bila teman-teman punya usaha kuliner atau usaha yang bergerak di bidang pengolahan pangan, yang sudah berjalan, ini waktunya memerhatikan aspek keamanan pangan 💆 Pada prinsipnya GMP merupakan kumpulan prosedur yang berisi pedoman untuk menghasilkan pangan yang layak dan aman dikonsumsi. GMP juga memuat persyaratan minimal dan u...