Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gizi dan Kesehatan

Apakah Pembekuan Menyebabkan Perubahan Komposisi ASI?

Gambar
Bismillah , Kembali Kutu Pangan secara random mengulas ASI hihi. Lho kok? Kebetulan dapat ilham tema ini dari obrolan teman-teman sekolah di grup Whatsapp mengenai indikator kerusakan ASI yang dibekukan. Saya akhirnya malah terdampar di 2 artikel penelitian. Tidak terlalu nyambung dengan percakapan di grup sih. Malah lebih membahas dampak waktu dan suhu penyimpanan ASI terhadap komponen penting dalam ASI. Walaupun random, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk para ibu menyusui dimana pun ibu-ibu berada :) Oh ya, Kutu Pangan hanyalah semacam perangkum beberapa sumber ilmiah dalam proses menjawab keingintahuan seputar masalah pangan. Saya bukan ahli pangan, tapi orang yang sedang belajar. Jika ingin tahu lebih lanjut dan mendalam silakan cek dan ricek data ilmiah di link bawah yaaa  :) Dewasa ini, makin banyak orangtua melek akan urgensi pemberian ASI. Namun tidak semua ibu memiliki kemewahan waktu atau adanya keterbatasan faktor fisiologis (pada ibu atau bayi) untuk memberi A...

Apakah Menyusui dapat Melangsingkan Tubuh Seorang Ibu?

Gambar
Kali ini topiknya agak random hehe. Oleh sebab saya sendiri belum pernah pengalaman. Tapi ternyata secara teori, menyusui dapat melangsingkan tubuh. Untuk menghasilkan 100 cc ASI perlu energi sebanyak 80 hingga 90 kkal. Di negara berkembang, rata-rata per hari, seorang ibu menghasilkan 850 cc ASI dengan energi yang diperlukan untuk menghasilkannya sekitar 750 kkal. Darimana diperoleh energi sebesar ini? Sebesar 500 kkal dari kalori tambahan sementara 250 kkal sisanya dari cadangan kalori wanita (simpanan lemak selama hamil). Bila si ibu menyusui buah hatinya selama 4 bulan berturut-turut saja, maka jumlah kalori yang hilang sebesar 30 hari x 4 bulan x 250 kkal atau sebesar 45.000 kkal. Jumlah ini setara dengan kehilangan 5 kg lemak (penyebab 'ndut ) dalam tubuh (1 g lemak setara dengan 9 kkal).  Efektivitas melangsingkan juga harus diimbangi gizi seimbang, aktivitas fisik, dan pemberian ASI eksklusif Dalam teori lainnya, perangsangan puting susu oleh isapan bayi...

Apa Boleh Minum Susu Sesudah Makan Berat?

Gambar
Bismillah , Minum susu setelah menyantap makanan berat tidak disarankan. Terutama setelah makan makanan berprotein tinggi. Susu mengandung protein dalam jumlah tinggi, terutama dalam bentuk kasein (jenis protein yang sifatnya kasar dan kental). Kasein ini idealnya dicerna oleh enzim renin. Namun sayangnya enzim ini hanya ditemukan pada lambung bayi. Ketika kita dewasa, enzim yang tersisa hanya enzim pepsin.  Minumlah susu di luar makan utama Sumber : Pexels/Acharaporn Kamornboonyarush Dengan masuknya susu sekaligus brersama makanan yang berpotein tinggi, kerja enzim pencernaan ini akan semakin berat. Lambung akan memproduksi asam dalam jumlah besar untuk mencerna molekul protein. Asam berlebih dalam lambung akan beresiko mengiritasi mukosa lambung. Jadi, sebaiknya susu dikonsumsi di luar jam makan utama. Sumber : Arikah, Lailatul Muniroh. 2015.  Riwayat Makanan yang Meningkatkan Asam Lambung sebagai Faktor Risiko Gastritis . dalam Jurnal Gizi Indon 38 (1...

Apakah Kandungan Antioksidan Ubi Jalar Ungu Menurun karena Pengolahan?

Kandungan antioksidan ubi jalar ungu akan menurun setelah mengalami pengolahan menggunakan panas, mengutip penelitian dari Nida El Husna, Melly Novita, Syarifah Rohaya dari Jurusan Teknologi hasil Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Namun demikian, tingkat penurunan antosianin (nama antioksidan dalam ubi jalar ungu) bervariasi. Tergantung jenis pengolahan yang digunakan. Penelitian berjudul  Kandungan Antosianin dan Aktivitas Antioksidan Ubi Jalar Ungu Segar dan Produk Olahannya ini mengkaji kandungan antioksidan pada 4 macam olahan ubi jalar ungu diantaranya  tepung ubi jalar ungu, keripik ubi jalar ungu, ubi jalar ungu kukus, ubi jalar ungu rebus, dan ubi jalar ungu goreng.  Hasil penelitian menunjukkan penurunan kandungan antioksidan pada olahan ubi jalar ungu relatif terhadap kontrol (ubi jalar ungu segar). Ubi jalar ungu yang digunakan diperoleh dari hasil panen Desa Saree Kecamatan Leumbah Seulawah Kabupaten Aceh.  Bila diurutkan...

Kenapa Makan Sayur Membuat Kenyang?

Apa ini hanya perasaan saya saja. Tapi pernahkah teman-teman merasa jika makan sayur membuat kita kenyang, tidak mudah lapar? Alasannya terletak pada keberadaan serat ( dietary fiber ) didalam sayur. Serat jenis larut air ( soluble fiber ) seperti hemiselulosa dan pektin dicerna lebih lama didalam lambung. Selain itu serat jenis ini memiliki kemampuan menyerap air sehingga membentuk cairan kental. Alhasil membuat rasa kenyang yang lebih lama. Dengan rasa lapar yang terkendali, seseorang akan terhindar dari pola makan dengan jumlah berlebihan.  Sumber Pustaka : Serat Pangan ( Dietary Fiber )dan Manfaatnya Bagi Kesehatan oleh  Ir. Agus Santoso, M.P diunduh dari website http://journal.unwidha.id/index.php/magistra/article/viewFile/74/36

Apa itu Gizi Buruk?

Gambar
Gizi buruk ialah kondisi seseorang yang mengalami kekurangan asupan energi, protein serta mikronutrien dalam jangka waktu lama. Untuk menentukan seseorang menderita gizi buruk apa tidak, didasari pengukuran tertentu. Pengukuran yang dimaksud meliputi  Pengukuran Klinis dan Pengukuran Antropometrik . a. Pengukuran Klinis Konsep pengukuran dengan cara ini biasanya didasari perubahan-perubahan yang terjadi dan dikaitkan dengan kekurangan zat gizi. Bisa melalui pengamatan jaringan epitel seperti rambut, kulit, dan mata. Gejala klinik yang muncul pada penderita gizi buruk misalnya rambut kemerahan, kulit keriput, kelainan atau bercak pada kulit, tulang iga tampak jelas, dan lain sebagainya. b. Pengukuran Antropometrik Pada metode ini dilakukan pengukuran terhadap berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas. Penentuan status gizi buruk ditentukan dari kombinasi beberapa indikator. Gejala Klinis Gizi Buruk Tipe marasmus www.banyumas.com Berdasarkan Berat Badan menurut ...

Mengapa Nasi Merah Lebih Baik dari Nasi Putih?

Sekarang di beberapa rumah makan atau restoran sering saya temukan pilihan nasi merah disamping nasi putih. Menyusul meningkatnya gaya hidup sehat di kalangan urban. Mengapa nasi merah lebih sehat dibandingkan nasi putih?  Salah satu alasannya adalah konsumsi nasi merah rutin mampu mengurangi kenaikan kadar glukosa darah. Kadar glukosa darah yang tinggi, melebihi ambang batas, bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Berdasarkan satu hasil penelitian, rerata kadar glukosa darah 2 jam post prandial pada orang setelah mengonsumsi nasi merah adalah 101,77 mg/dL berbeda sangat signifikan dengan setelah mengonsumsi nasi putih sebesar 115,13 mg/dL dengan p < 0,01.  Beras merah sendiri diposes dengan tidak melalui proses penggilingan.  Hanya melalui penghilangan sekam, sementara aleuron (kulit ari) dipertahankan. Zat gizi dalam aleuron inilah yang berperan dalam mencegah kenaikan glukosa darah.  Diantara zat gizi yang dimaksud antara lain Magnesium dan serat. Sebali...